10 bulan seberangi samudera dunia, KRI Dewaruci kembali...
Kamis, 11 Oktober 2012 23:07 WIB | 2737 Views
Puluhan kadet Akademi TNI AL menjalankan peran
parade di ketiga tiang dan peruan kapal latih KRI Dewaruci. Peran ini
adalah satu tradisi penghormatan kepada publik di KRI Dewaruci sejak
lama. Dalam waktu 90 detik
Surabaya, East Java
(ANTARA News) - Indonesian Navy ship KRI Dewaruci arrived at the port
of Koarmatim Ujung in Surabaya on Wednesday at 9:20 pm local time, thus
bringing to an end its 10-month long journey around the world that
started on January 15, 2012.
JAKARTA, KOMPAS.com -
TNI Angkatan Laut berencana mengganti kapal latih KRI Dewaruci dengan
kapal sejenis yang lebih canggih. Maklum usia dari kapal tersebut
terbilang lansia alias sudah tua. KRI Dewaruci sendiri sudah di
operasikan lebih dari setengah abad atau persisnya selama 59 tahun.
Jakarta
(ANTARA News) - "Ruangan-ruangan, sebagai informasi kapal berlayar
memasuki perairan Indonesia, di lambung kanan akan melintasi pulau
terluar yaitu Pulau Weh..." pengeras suara mengumumkan hal itu dari
anjungan KRI Dewaruci, setara pukul 16.00 WIB Sabtu (29/9), di perairan
Laut Andaman dekat ujung utara Selat Malaka.
KRI Dewaruci telah memasuki tahap akhir dari pelayaran panjang keliling dunia yang kedua kali.
Sembilan
bulan lalu, kapal layar tiang tinggi buatan galangan kapal Stulcken
& Sohns, Hamburg, Jerman Barat, 1953, itu meninggalkan dermaga
Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL.
Berlayar
terus ke timur, Jayapura menjadi kota terakhir di wilayah Indonesia
sebelum dia mengarungi Samudera Pasifik, Terusan Panama, Teluk Meksiko,
Samudera Atlantik, Teluk Biscay, Gibraltar, Laut Mediterania, Terusan
Suez, Laut Merah, Laut Arab, Laut Andaman, dan… Selat Malaka di sisi
Indonesia!
Lorong sempit berukuran 1,5 meter
di dek 2, tempat kompartemen-kompartemen berlokasi, mendadak ramai
dengan teriakan sekitar 84 Anak Buah Kapal (ABK). Riuh teriakan ABK
terdengar setelah pengumuman freijen dari anjungan.
Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5
meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn
Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi
produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang
pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun
terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak
parah