selamat datang

Senin, 19 November 2012

DEWARUCI



Jakarta (ANTARA News) - "Ruangan-ruangan, sebagai informasi kapal berlayar memasuki perairan Indonesia, di lambung kanan akan melintasi pulau terluar yaitu Pulau Weh..." pengeras suara mengumumkan hal itu dari anjungan KRI Dewaruci, setara pukul 16.00 WIB Sabtu (29/9), di perairan Laut Andaman dekat ujung utara Selat Malaka. 

KRI Dewaruci telah memasuki tahap akhir dari pelayaran panjang keliling dunia yang kedua kali.

Sembilan bulan lalu, kapal layar tiang tinggi buatan galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman Barat, 1953, itu meninggalkan dermaga Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL. 

Berlayar terus ke timur, Jayapura menjadi kota terakhir di wilayah Indonesia sebelum dia mengarungi Samudera Pasifik, Terusan Panama, Teluk Meksiko, Samudera Atlantik, Teluk Biscay, Gibraltar, Laut Mediterania, Terusan Suez, Laut Merah, Laut Arab, Laut Andaman, dan… Selat Malaka di sisi Indonesia! 

Lorong sempit berukuran 1,5 meter di dek 2, tempat kompartemen-kompartemen berlokasi, mendadak ramai dengan teriakan sekitar 84 Anak Buah Kapal (ABK). Riuh teriakan ABK terdengar setelah pengumuman freijen dari anjungan.

sejarah Kapal DEWARUCI




















Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah